Gimana tampilan background blog ini sekarang? Pasti pada penasaran dong yaa, siapa sih yang ada di foto itu? Unyu-unyu kan? :3
Biar ga makin penasaran, yuk kita masuk ke ceritanya. Cekidot^^
Jadi ceritanya gini...
Selama liburan semester kemarin, aku berkelana ke kampung mama dan papa. Soalnya, udah lama juga ga ke kampung silaturrahmi ke rumah nenek. Nah, nyampe di kampung mama di Solok, aku ketemu sama adik mama yang biasa aku panggil ucu. (baca: adik mama). Karena nenek-kakek udah ga ada, jadi yang huni rumah di kampung itu, ucu dan keluarganya. Ucu punya anak tiga orang, masih kecil-kecil sih, yang besar umur 7 tahun, yang tengah umur 5 tahun dan yang paling bontot umur 3 tahun. Kalau udah ke sana, antara kangen, senang, sedih dan kadang ngebosenin juga kalau ga ada teman sebaya.
Kali ini, karena ucu dan om (baca: suami ucu) mesti ngajar, aku ditugasin buat jaga anak ucu yang paling kecil, namanya Nada. Sedangkan abang Nada (Rafi) dan kakaknya (Aya) pergi ke sekolah. Alhasil, aku ngebabsit dan tinggal berdua dengan Nada. It's okay, Nada bukan anak yang rewel kok, dia mandiri banget, bijak lagi. Jadi kalau di ajak ngobrol, dia itu nyambung banget. Kalau kita tanya satu kalimat, jawabnya satu paragraf lima kalimat. Hebat kan?
Hari-haripun berlalu, sampailah pada hari dimana aku harus balik ke Padang. Tapi, kali ini ada yang beda. Aku ke Padang dengan Aya. Okay, ini pertama kalinya aku bawa adik sepupuku ke Padang, tanpa orang tuanya. Tantangan ngebabsit di kampung belum berakhir, teman! Dan kalian semua pasti tau apa doaku. Ya, semoga Aya ga rewel dan ditengah perjalanan ga minta balik sama mamanya. Oh jangan sampai. Kalau ingat cerita lama, dulu aku juga sering pergi dengan ucu waktu aku umur 3 atau 4 tahunan. Waktu itu ucu juga masih kuliah sepertiku saat ini. Dan kemana-mana aku pergi bareng ucu tanpa mama-papa juga. Sampai-sampai aku pergi ke Bengkulu berdua dengan ucu. Lucunya, aku ga rewel, saking antengnya, udah dipesenin kursi sendiri di bus, malah tetep aja pengen duduk dipangkuan ucu. Alhasil, selama diperjalanan aku di pangku ucu. :D
(Back, back, back) Setelah dua jam perjalanan dengan bus, akhirnya kami sampai di Padang. Tapi kami ga langsung ke rumahku, kami mampir dulu ke rumah Bundo (baca: adik mama juga) karena di sana ada anaknya bundo yang umurnya 6 tahun. Namanya Kei. Sementara menunggu bundo dan ayah (baca: suami bundo) balik ngegowes, Aya bermain dengan Kei dan aku istirahat sejenak sambil nonton tv karena kebetulan Tari (baca: kakaknya Kei) ga ada ada di rumah.
Sejam kemudian, akhirnya bundo datang juga. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, akupun pamit pulang ke rumah. Tapi, kali ini anak asuhanku bertambah satu orang. Ya, she is Kei. Dia ingin ikut juga denganku karena ada Aya, teman sepermainannya. Alhasil, aku pulang ke rumah dengan bawa oleh-oleh dua orang krucil-krucil cantik, imut dan menggemaskan. (baca: tantangan makin berat, teman!).
Okay, HOMEY!! Oh I miss ya my room! Kasur mana, kasuuur?! Berantakan banget ini kamar di tinggal 10 hari. Huff, siapa lagi yang tidur di sana kalau bukan Kiki (baca: Adikku). Hal pertama yang dilakukan adalah gantiin baju anak-anak dan siapin makan siang mereka. Setelah semuanya beres, baru beresin rumah dan kamar. Wah, bener-bener berasa jadi ibu RT. Ini masih pemanasan looh. Yang benerannya tar bakal lebih "wah" dari ini. Sipsip, intinya ikhlas dan ga boleh ngeluh. Semangat melle!! (^-^)9
Makan udah, beres-beres udah, ohh sepertinya mereka mulai bosan. What should I do? Di sini, karakter Kei lebih mandiri, lebih mengerti dan sudah bisa diajak sekongkol. Sedangkan Aya, dia anak yang belum terlalu mengerti. Semua itu terlihat saat mereka main game online di laptop dan ntbook. Untung aja ntbook ga dibawa mama ke sekolah. Jadinya mereka bisa sama-sama main. Tapi, di sini aku yang bingung bolak-balik sana-sini dipanggil Kei dan Aya. Karena Aya belum mengerti bermain di game online, jadinya aku search film Angry Bird atau film-film kesukaannya. Sedangkan Kei, memanggilku kalau dia udah ga ngerti sama lanjutan permainannya. Semua berlanjut sampai mama datang dan saatnya mereka untuk berhenti bermain game online dan duduk di depan tv.
Hari kedua, Tari datang ke rumahku. Oh ini adalah hal yang menyenangkan. Dia bisa menggantikanku sementara. Ya, hanya sementara~
Aku bersiap-siap karena hari ini kami akan membawa mereka jalan-jalan. Kami berencana membeli makanan dan duduk di taman bermain Sebelum pergi ke taman bermain, kami berencana ke tempat foto box. Tapi foto box-nya ga sempit-sempitan ya :p Kami mengarahkan Kei dan Aya untuk bergaya segokil mungkin dan menghadap kamera yang ada di depan mereka.
Nah, di background-ku ini, itu salah satu hasil jepretan kami. Yang baju hijau adalah Kei, baju kuning adalah Aya dan yang jilbab Merah adalah Tari. Pada penasaran ga sih lihat kegokilan krucil-krucil itu? Scroll down dan lihat foto-fotonyaa~ ^^
(Maaf ya, fotonya sudah aku delete, hehe) -Edit Jan, 2026
What do you think?
Setiap melihat foto ini aku selalu ketawa-ketawa sendiri karena tingkah mereka yang polos tapi ga malu-malu di ajak gokil-gokilan gini.
Selanjutnya, kami pergi ke taman bermain. Disana kami ngemil makanan yang kami beli tadi. Sampai waktu Ashar memanggil dan kami kembali pulang.
Besoknya, Aya mulai ingat dengan mamanya dan memintaku untuk menelpon mamanya. Aya ngobrol di telpon dan ngelapor ke mamanya kalau di Padang ini panas dan dia pengen pulang aja. Dan setelah di bujuk-bujuk, akhirnya mamanya ke Padang keesokan harinya.
Karena Aya bakal di jemput mama-papanya, Kei juga minta pulang dan Tari datang ke rumah untuk menjemput Kei. Wohooo~ Nge-babsit ini hampir berakhir, teman! Dan sampai akhirnya mereka pulang dan rumah kembali sepi.
Catatan :
Sebenarnya di saat ngebabsit itu ada enaknya juga, tantangannya itu juga bikin kita harus sabar ngehadapin anak-anak. Disamping mereka belum sepenuhnya mengerti walau mereka terlihat mandiri dan dewasa dari umurnya, tapi mereka tetaplah anak-anak yang punya rasa ingin tahu tinggi sehingga mereka sering nanya ini-itu yang kadang bikin kita kesal sendiri karena pertanyaan mereka yang ga ada henti-hentinya. So, bagaimanapun, ngehadapin anak kecil itu harus sabar. Ingat, kita dulu juga kayak mereka yang pernah jadi anak kecil. :)
Waah, kalimat Ame di atas bijak juga ya. ya harus dong, kan mau jadi guru, jadi harus bisa bijaksana baik dalam ucapan maupun dalam bersikap, Ceileee, Sukses selalu yaa untuk Tomoblogers yang baca ini. Amiin. Salam Cagur! ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar