untuk postingan kali ini, agak sedikit berbeda nih. Temanya masih seputar karangan juga. Tapi, ini cuma satu paragraf. Lebih tepatnya contoh-contoh dari beberapa jenis paragraf. Nah, kita mulai aja yuk!
1. Paragraf Rincian
"Sepeda terdiri atas beberapa komponen dan fungsinya. Jika salah satu dari komponen tersebut tidak ada, maka benda itu belum bisa dikatakan sepeda. Komponen-komponen itu terdiri dari: yang pertama adalah stang. Benda ini digunakan sebagai pegangan untuk si pengendara dan untuk mengarahkan sepeda; kedua adalah lampu yang digunakan sebagai penerang jalan di saat gelap; ketiga adalah pedal, yang digunakan untuk mengayuh sepeda agar berjalan; keempat adalah jari-jari pada roda yang berfungsi sebagai penyanggah roda atau ban agar tidak lepas."
2. Paragraf Persamaan
"Cara kerja mesin pada kendaraan dan gerak tubuh adalah sama. Apabila mesin itu dihidupkan, maka ia akan bekerja sesuai dengan fungsinya. Sama halnya dengan gerak tubuh. Tubuh akan bergerak, jika otak memerintahkannya untuk bergerak."
3. Paragraf Perbandingan
"Bentuk yang sama, tidak menjamin bahwa kegunaannya juga sama. Contohnya saja pada komputer dan mesin tik. Kedua benda ini sama-sama mempunyai keyboard. Tetapi, keyboard pada komputer lebih lengkap dibandingkan keyboard yang ada pada mesin tik. Tidak hanya itu, cara kerjanyapun juga berbeda. Jika kita mengetik sebuah dokumen pada komputer dan mengalami kesalahan pada beberapa kalimat, kita bisa menekan tombol delete dan memperbaiki kalimat tersebut. Sedangkan jika hal ini terjadi ketika kita mengetik dengan mesin tik, maka kita harus menggunakan tipe-x untuk menghapus kalimat tersebut. Akibatnya, dokumen yang kita ketik akan terlihat tidak rapi."
4. Paragraf Klasifikasi (Pengelompokan)
"Di dalam lemari pakaian Ani, terdapat beberapa jenis pakaian. Pakaian-pakaian tersebut diletakkan pada tiga laci. Laci bagian teratas, berisi pakaian-pakaian yang dipakai untuk bepergian, seperti: gaun untuk ke pesta. Pada laci bagian tengah, berisi seragam sekolah Ani yang dipakainya dari hari Senin sampai dengan Sabtu. Sedangkan pada laci bagian terbawah, berisi pakaian-pakaian biasa, yang sering dipakai ketika Ani berada dirumah."
5. Paragraf Berpasangan
"Kian hari, kian sunyi. Tidak ada tanda-tanda dia akan bicara.Entah aku sudah merasa putus asa, entah memang sudah tidak ada harapan. Baik aku, maupun orangtuaku, sudah membawanya berobat. Selain ke dokter, kami juga sudah membawanya berobat ke psikiater. Jangankan dokter, psikiater pun juga tidak tahu bagaimana cara mengobatinya. Terbesit sebuah pertanyaan dibenakku, apakah dia pernah diancam atau didukuni seseorang? Semakin aku memikirkan pertanyaan itu, semakin membuatku penasaran. Tidak hanya denganku, tetapi dengan Ibu dan Ayahpun, dia juga hampir tidak pernah bicara. Bertambah aku menyuruhnya berbicara, bertambah dia bersikap diam seperti patung. Bukanlah aku ingin memaksanya, melainkan aku merindukan suara melengking adik kecilku itu."
6. Paragraf Frasa Akhir (Estafet)
"Sepatu merupakan sebuah alas kaki. Alas kaki berfungsi untuk melindungi kaki. Kaki akan terluka dan kotor apabila kita tidak memakai sepatu. Memakai sepatu haruslah pada tempatnya. Tempatnya yang sesuai itu adalah di luar rumah atau pun di dalam ruangan yang diperbolehkan memakai sepatu."
7. Paragraf Deduktif
"Matematika sangat penting dalam kehidupan. Misalnya untuk berhitung dalam berdagang. Tidak hanya anak sekolahan, pedagang pun harus mempunyai ilmu matematika untuk menambah, mengurangi, mengali dan membagi jumlah barang yang akan dibeli pelanggan."
8. Paragraf Induktif
"Dalam kuliah, kita bisa menentukan sendiri jadwal belajar yang kita inginkan. Jika jadwal tersebut sudah disepakati oleh dosen yang bersangkutan, kita bisa menjalani kuliah sesuai jadwal yang sudah kita tentukan tersebut. Inilah yang membedakan kuliah tidak sama dengan sekolah."
9. Paragraf Campuran
"Merancang masa depan akan memotivasi seseorang. Dengan itu, seseorang akan menentukan target agar apa yang diinginkannya itu tercapai sesuai dengan rancangan masa depannya. Seseorang yang berhasil mencapai target itu, bisa menjadi contoh yang baik bagi orang-orang disekitarnya. Dengan demikian, merancang masa depan akan memotivasi seseorang."
10. Paragraf Bertanya
"Mataku tertuju pada seorang lelaki asing yang berdiri di halte itu dan bertanya-tanya: 'dari mana orang itu berasal? Apakah dia orang Indonesia? Tetapi, mengapa kulitnya begitu coklat? Lalu, bagaiaman bisa dia berada di sini? Kapan dia datang ke kota ini? Siapa dia sebenarnya?'"
11. Paragraf Deskripsi
"Disebelah kananku, duduk seorang gadis berwajah bulat dan chubby. Alisnya yang tipis dan bulu matanya yang melentik menghiasi mata sayunya. Hidungnya yang mancung dan nyaris sempurna bak sisi miring pada segitiga siku-siku itu, membuatnya semakin terlihat manis. Ditambah lagi, bila bibirnya yang sedikit tebal itu tertawa. Seperti tergambar sebuah ketulusan disetiap tawanya."
12. Paragraf Eksposisi
"Untuk membuat brokoli sosis, kita memerlukan bahan-bahan seperti: satu ikat brokoli, lima buat sosis, garam halus, bawang merah 2 siung dan air secukupnya. Pertama-tama, cuci brokoli tersebut sampai bersih, lalu potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah itu, potong sosis dengan memiringkan pisau agar sosis terlihat seperti belah ketupat dan menarik. Tidak lupa pula iris tipis-tipis bawang merah tadi. Sementara itu, panaskan minyak di dalam wajan dengan api sedang. Setelah minyak tadi panas, tumis bawang merah dahulu, sampai sedikit menguning. Setelah itu, masukkan sosis. Tunggu sosisnya matang, dan masukkan air secukupnya. Tak lupa pula tambahkan sedikit garam dan biarkan air sampai mendidih. Setelah mendidih, masukkan brokoli dan tutup wajan tersebut agar matang sayurnya sempurna. Matikan api setelah sayurnya mendidih. Dinginkan sebentar, lalu sajikan di dalam mangkuk. Sayur brokoli sosis siap disajikan. Selamat mencoba."