Started from ~> Jumat, 9 Maret 2012 14:14wib until 22 Mei 2012 23:27wib
Happy Birthday Mam :’)
“happy Valentine Day.. happy Valentine Day..”, kira-kira itulah
kalimat yang tersebar dan terdengar dimana-mana. Disitus internet ataupun
terdengar secara langsung, kaimat itu selalu terngiang ditelingaku, mungkin
bukan aku saja, orang-orang disekitarku yang punya telingapun pasti mendengar
kalimat itu. Ya, bisa ditebak, today is
Valentine Day. Hari yang dinobatkan sebagai hari kasih sayang ini,
disimbolkan dengan sebuah coklat, atau bunga, dan hampir semuanya serba pink.
Oh no! ini pasti musibah bagi para jombloan.
Tapi sorrymayoridoristroberi yaa. I
am not jomblo, but I am single. Eitss single
dan jomblo itu beda yaa. Kalau jomblo itu nasib, single itu prinsip ! jiahahaha *sukasukague
Kalau hari ini Valentine, berarti tanggal 25 februari
udah dekat dong? aseekk ! bakal ada surprise
dan little party nih. Kenapa aku begitu
menanti-nanti tanggal itu? pasti pada penasaran deh kenapa aku ngebet banget.
Ya kaan? Ya kaan? Ngaku aja deh. Susah banget bilang iya doang. Huuff -_-
Oke, aku akan bilang kenapa aku
ngebet banget sama itu tanggal. Ya, itu adalah tanggal ulangtahunnya wali kelas
aku. Hahaha. Udah lama aku menantinya. Dan ditahun ini, aku dan EXIT, berencana
bakal bikin surprise buat Mam.
Setiap ada pelajaran yang
kosong, aku dan teman-teman yang lain merembukkan surprise apa yang akan dilaksanakan. Ada banyak pendapat dari
mereka. berantem didalam kelas, membantah perkataan Mam, permisi tanpa
menghiraukan Mam, kehilangan Handphone salah satu teman dikelas dan masih
banyak lagi. Kesepakatan awal untuk mengerjai Mam ini, kami memilih permisi
tanpa menghiraukan Mam. Semua yang ada didalam kelas harus berperan. Terserah
mereka mau apa, yang penting hari itu Mam harus kesal dan marah. Hahaha, rencana
yang bikin Mam darah tinggi. :D
Tapi, hanya dengan mengerjai
Mam, tak memberi simbolis untuk ulangtahunnya kali ini. Kami memilih memberikan
kado sebuah foto yang didalamnya ada foto kami semua. Berbagai ekspresi
tergambar difoto itu. Dan diperindah dengan bingkai coklat yang simple tapi terkesan berkelas. *Ciee..
lebay banget gambaran gue. Eh tapi itu bener looh :p
seminggu berlalu, tinggal satu
hal lagi yang hampir terlupakan. Ya, kue ulangtahunnya belum dipesan! Kami
menginginkan sebuah kue yang diatasnya diberi gambar sebuah simbol kelas kami,
yaitu simbol sebuah tangan. Dengan budget
yang tak terlalu besar, aku, Wulan, Chyndi, Ima dan Yuni, melangkahkan kaki
menuju ke toko kue. Sesampai disana, kami menanyakan berapa kocek yang harus
kami keluarkan untuk memesan kue yang sesuai kami inginkan. Ternyata, harganya
melebihi budget yang kami punya.
Setelah meminta pendapat yang lain, akhirnya kami memutuskan untuk memesan kue
yang berukuran sedang. Walaupun nanti hasilnya akan terlihat simple, tapi kami
berharap semoga Mam suka dengan ini.
Setelah memesan kue, kami
mengakhiri perjalanan hari itu. Karena besok, kami akan melanjutkan perjalanan
baru lagi untuk mencetak foto dan membeli bingkainya dan kue akan dijemput oleh
Fadli dan Dini, kebetulan Fadli punya kendaraan. Karena, untuk menuju toko kue
itu, kami harus menaiki beberapa angkot.
Hari itu adalah hari jumat.
Sepulang sekolah, kami bergegas menuju tempat cetak foto. Karena operatornya yang
mencetak fotonya adalah seorang cowok, kami disuruh menunggu sampai jam satu
untuk menunggu operatornya selesai sholat jumat. Selagi menunggu sholat Jumat
selesai, kami melanjutkan perjalanan lagi untuk mencari lilin. Lilin yang kami
cari bukan lilin biasa. Karena namanya aja “Lilin
Magic”, yang kebanyakan orang bilang, lilin itu walaupun ditiup
berkali-kali nggak bakalan mati apinya. Kecuali kalau lilinnya dimasukin
kedalam air, baru deh mati. Hehehe.
Lilin sudah didapat, dan kamipun
kembali ke tempat cetak foto tadi. Kami menanyakan kepada operatornya, apakah
pesanan kami sudah siap. Ternyata, foto itu belum juga selesai dicetak. Karena
tak ada tujuan lagi, kami memutuskan untuk menunggu foto itu sampai siap.
Selang 15 menit menunggu, nama kami tak kunjung dipanggil. Aku menyuruh Wulan
untuk menanyakan kepada kasirnya, apakah foto kami sudah selesai. Orang itupun
menjawab belum. Dengan sabar, kami tetap menunggu. 10 menit berlalu, pesanan
kami tak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan menanyakan kembali kepada
kasirnya. Dengan penuh rasa bersalah, kasir itu mengatakan bahwa mesin untuk
mencetak fotonya rusak. Rasa kesal menggerogoti kami. Menunggu yang sangat
membuang waktu itu tidak membuahkan hasil. Aku memilih untuk membatalkan
pesanan, dan pergi untuk mencari toko lain.
Tak jauh dari toko sebelumnya,
kami menemui toko yang lain. Beruntung, pengunjungnya tidak terlalu ramai. Tak
sampai 15 menit, foto kami selesai dicetak. Alhamdulillah, akhirnya tercetak
juga. J tak mau membuang waktu, kami
melanjutkan perjalanan selanjutnya. Ya, saatnya mencari bingkai yang cocok
untuk foto itu. Setelah mengitari toserba, kami sepakat memilih bingkai foto
berwarna coklat yang simple, tapi
kelihatan berkelas. Hahaha. Betapa bahagianya kami mendapatkan apa yang kami
inginkan. Terakhir, kami membungkus kado itu dengan rapi dan cantik dengan pita
kecil disudut kanan atas.
***
Kado sudah siap, lilin juga
udah, dan tinggal menunggu balasan SMS dari Dini. Kami tak sabar menunggu hasil
kue yang kami pesan. Tapi, apa yang diharapkan, tak sesuai kenyataan. Dini mengatakan
bahwa kue itu rusak karena ketika diperjalanan, kue itu diletakkan dijok depan
dekat kaki Fadli. Mungkin karena perjalanan yang agak banyak bebatuannya, kue
itu jadi kurang seimbang letaknya. Mendengar kabar itu, aku dan Wulan sangat
kecewa.
Dini yang takut mengecewakan
teman-teman yang lain, dengan memakai uangnya, dia mengganti kue itu dan
memperbaiki kembali ke toko tadi. Tapi kue itu bisa diambil sabtu pagi. Untung jam
pelajaran Mam adalah jam terakhir. Ketika jam istirahat, Fadli dan Fajri
menyempatkan diri menjemput kue itu. Alhamdulillah kue itu datang sebelum jam
pelajaran Mam berlangsung.
***
Itu bunyi yang sangat kami
tunggu-tunggu. Ya! Bel pergantian jam pelajaran telah dibunyikan. It’s time to
party, guys! Aku dan Dini menyiapkan kue dan menghidupkan lilin dari balik
kelas, tepatnya di kantin SMP. Sedangkan didalam kelas, anak-anak yang lainnya
mulai beraksi. Rencana awal ternyata melenceng. Tak ada yang berani permisi
keluar. Karena Mam sudah keduluan marah melihat absen Ikhsan yang tertulis “cabut”
di kertas absen pada jam pelajaran kimia. Sementara Ikhsan dimarahi Mam, Fadli
tiba-tiba berdiri dan berlagak mengompori Ikhsan agar Mam lebih emosi lagi.
kebetulan, Ikhsan ini anak pindahan, jadi tentang kepindahannya itu dibawa-bawa
dalam acting mereka.
Suasana makin menegangkan,
ketika Mam hanya terdiam dan berniat ingin melaporkan kepada Wakil Kesiswaan
(Pak Warsil). Mam berjalan menuju pintu, dengan kilat, Ketty mencegah Mam, dan
Chyndi pergi keluar untuk menyuruhku dan Dini masuk agar acara puncak dapat
terlaksana. Untungnya Ketty dapat mencegah Mam. Mam kembali ke tempat duduknya
dengan wajah yang tegang sambil memperhatikan pertengkaran Fadli dan Ikhsan. Tapi,
pertengkaran itu segera berakhir dengan datangnya aku dan Dini ke dalam kelas
dengan membawa kue yang dihiasi lilin warna-warni sambil menyanyikan lagu Happy
Birthday. Mam yang medengar suaraku, langsung menghela napas dan menutup
wajahnya karena dia merasa benar-benar takut kalau itu benar-benar terjadi.
Dibalik tangannya, kami tau Mam
menangis. Kami terus bernyanyi sampai Mam mau meniup lilinnya. Karena lilin itu
juga sudah meleleh dan hampir menempel di kue. Aku terharu melihat Mam dan
melihat betapa kompaknya EXIT hari itu. Mam mulai meniup lilinnya. Tiupan pertama,
lilin tak juga padam. Kami tertawa dan menyuruh Mam melakukannya lagi. tiupan
kedua, tetap saja lilin tak kunjung padam. Mam menyerah dan merasa dia tak
sanggup untuk meniup kembali. Akhirnya aku membantu Mam meniup lilin itu, dan
lagi, tentu saja lilinnya tidak mati. Untung Ima membawa aqua gelas yang berisi
air. Lilinpun dimasukkan kedalam air itu agar segera padam.
Acara tiup lilin selesai, dan
selanjutnya adalah pemotongan kue. Mam memberikan kue potongan pertamanya
kepada Ikhsan. Karena Mam merasa dia telah berhasil membuat Mam kesal dan
emosi. Belum selesai kue dipotong, kami sudah berebutan mengambil kue itu.
alhasil, siapa cepat, dia dapat. Hahaha.
Oh iya, waktu itu kami
kekurangan satu anggota. Wulan tak bisa datang ke sekolah, karena dia pergi
liburan bersama kakaknya. Kami mengabadikan hari itu dengan video dari
handphone dan camdig untuk diperlihatkan ke Wulan, karena dia ingin sekali
melihat apa yang terjadi hari itu. saat pemberian kado, kami meminta Mam untuk
langsung membuka kado tersebut. Dengan sangat hati-hati, Mam membukanya, dan
jengjeeeeng Mam kembali tersenyum dan merasa terharu. Beliau memperhatikan satu
per satu foto kami. Terlihat betapa senangnya beliau mendapat kado itu.
Hari itu kami tutup dengan
berkejar-kejaran, colek-colekan coklat, dan berfoto bersama. Tak peduli wajah
penuh coklat, kami tetap berfoto. Benar-benar kenangan yang indah dan
mengharukan. Mam sangat berterimakasih kepada kami karena sudah berhasil
membuat Mam kesal dan tak menyangka akan begini. Mam tersenyum bahagia. Dan kamipun
merasa lega. Kenangan itu tak akan kami lupakan. Kenangan terindah EXIT dihari
ulangtahun Mam. Happy Birthday Mam, we love you! :’)