welcome to my blog (ʃƪ´▽`)


Create your own at MyNiceProfile.com



Assalamualaikum, Shobahul khoir, Zaochen hao, Ohayou, Good Morning! Guten Morgen! ^o^

Pertama dan utama sekali, tolong berikan aku applause atas keberhasilanku yang telah membuat blog ini. For your information nih, blog ini aku bikin bukan karena aku suka menulis. Blog ini aku bikin bukan karena suruhan-Nya. Blog ini aku bikin juga bukan karena hasutan setan-setan yang terkutuk. Tapi, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, blog ini aku bikin atas kesadaran dan tanpa dinyatakan keterbelakangan mental dan kelainan jiwa sekalipun.

Supaya Tomobloger ga kecewa nih, aku bakal ngasih beberapa akun pribadiku. Jangan cuma di baca aja yah, di add nih di Facebook : Amalia Sholiha (Amalia Badzlina Priwel), di follow juga nih di twitter : @amaliasholihaa, atau di add lagi nih di Path : Amalia Sholiha.

Nah, rasanya udah cukup nih beberapa akun sosmed aku, aku publikasikan. Kalau mau keterangan lebih lanjut, jangan hubungi dokter ya, add dan follow aja akun sosmed aku tadi.

Baiklah.. Dengan berat hati, jantung dan pankreasku, aku akhiri pembukaan ini dengan ucapan terimakasih, xie xie, thank you, tesekkur ederim, arigatougozaimasu, dan Assalamualaikum.. Semoga bermanfaat. Salam Cagur!

Selasa, 22 Mei 2012

SHORT STORY ^-^

Started from ~> Jumat, 9 Maret 2012 14:14wib until 22 Mei 2012 23:27wib


Happy Birthday Mam :’)

                “happy Valentine Day.. happy Valentine Day..”, kira-kira itulah kalimat yang tersebar dan terdengar dimana-mana. Disitus internet ataupun terdengar secara langsung, kaimat itu selalu terngiang ditelingaku, mungkin bukan aku saja, orang-orang disekitarku yang punya telingapun pasti mendengar kalimat itu. Ya, bisa ditebak, today is Valentine Day. Hari yang dinobatkan sebagai hari kasih sayang ini, disimbolkan dengan sebuah coklat, atau bunga, dan hampir semuanya serba pink. Oh no! ini pasti musibah bagi para jombloan.  Tapi sorrymayoridoristroberi yaa. I am not jomblo, but I am single. Eitss single dan jomblo itu beda yaa. Kalau jomblo itu nasib, single itu prinsip ! jiahahaha *sukasukague
                Kalau hari ini Valentine, berarti tanggal 25 februari udah dekat dong? aseekk ! bakal ada surprise dan little party nih. Kenapa aku begitu menanti-nanti tanggal itu? pasti pada penasaran deh kenapa aku ngebet banget. Ya kaan? Ya kaan? Ngaku aja deh. Susah banget bilang iya doang. Huuff -_-
                Oke, aku akan bilang kenapa aku ngebet banget sama itu tanggal. Ya, itu adalah tanggal ulangtahunnya wali kelas aku. Hahaha. Udah lama aku menantinya. Dan ditahun ini, aku dan EXIT, berencana bakal bikin surprise buat Mam.
                Setiap ada pelajaran yang kosong, aku dan teman-teman yang lain merembukkan surprise apa yang akan dilaksanakan. Ada banyak pendapat dari mereka. berantem didalam kelas, membantah perkataan Mam, permisi tanpa menghiraukan Mam, kehilangan Handphone salah satu teman dikelas dan masih banyak lagi. Kesepakatan awal untuk mengerjai Mam ini, kami memilih permisi tanpa menghiraukan Mam. Semua yang ada didalam kelas harus berperan. Terserah mereka mau apa, yang penting hari itu Mam harus kesal dan marah. Hahaha, rencana yang bikin Mam darah tinggi. :D
                Tapi, hanya dengan mengerjai Mam, tak memberi simbolis untuk ulangtahunnya kali ini. Kami memilih memberikan kado sebuah foto yang didalamnya ada foto kami semua. Berbagai ekspresi tergambar difoto itu. Dan diperindah dengan bingkai coklat yang simple tapi terkesan berkelas. *Ciee.. lebay banget gambaran gue. Eh tapi itu bener looh :p
                seminggu berlalu, tinggal satu hal lagi yang hampir terlupakan. Ya, kue ulangtahunnya belum dipesan! Kami menginginkan sebuah kue yang diatasnya diberi gambar sebuah simbol kelas kami, yaitu simbol sebuah tangan. Dengan budget yang tak terlalu besar, aku, Wulan, Chyndi, Ima dan Yuni, melangkahkan kaki menuju ke toko kue. Sesampai disana, kami menanyakan berapa kocek yang harus kami keluarkan untuk memesan kue yang sesuai kami inginkan. Ternyata, harganya melebihi budget yang kami punya. Setelah meminta pendapat yang lain, akhirnya kami memutuskan untuk memesan kue yang berukuran sedang. Walaupun nanti hasilnya akan terlihat simple, tapi kami berharap semoga Mam suka dengan ini.
                Setelah memesan kue, kami mengakhiri perjalanan hari itu. Karena besok, kami akan melanjutkan perjalanan baru lagi untuk mencetak foto dan membeli bingkainya dan kue akan dijemput oleh Fadli dan Dini, kebetulan Fadli punya kendaraan. Karena, untuk menuju toko kue itu, kami harus menaiki beberapa angkot.
                Hari itu adalah hari jumat. Sepulang sekolah, kami bergegas menuju tempat cetak foto. Karena operatornya yang mencetak fotonya adalah seorang cowok, kami disuruh menunggu sampai jam satu untuk menunggu operatornya selesai sholat jumat. Selagi menunggu sholat Jumat selesai, kami melanjutkan perjalanan lagi untuk mencari lilin. Lilin yang kami cari bukan lilin biasa. Karena namanya aja “Lilin Magic”, yang kebanyakan orang bilang, lilin itu walaupun ditiup berkali-kali nggak bakalan mati apinya. Kecuali kalau lilinnya dimasukin kedalam air, baru deh mati. Hehehe.
                Lilin sudah didapat, dan kamipun kembali ke tempat cetak foto tadi. Kami menanyakan kepada operatornya, apakah pesanan kami sudah siap. Ternyata, foto itu belum juga selesai dicetak. Karena tak ada tujuan lagi, kami memutuskan untuk menunggu foto itu sampai siap. Selang 15 menit menunggu, nama kami tak kunjung dipanggil. Aku menyuruh Wulan untuk menanyakan kepada kasirnya, apakah foto kami sudah selesai. Orang itupun menjawab belum. Dengan sabar, kami tetap menunggu. 10 menit berlalu, pesanan kami tak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan menanyakan kembali kepada kasirnya. Dengan penuh rasa bersalah, kasir itu mengatakan bahwa mesin untuk mencetak fotonya rusak. Rasa kesal menggerogoti kami. Menunggu yang sangat membuang waktu itu tidak membuahkan hasil. Aku memilih untuk membatalkan pesanan, dan pergi untuk mencari toko lain.
                Tak jauh dari toko sebelumnya, kami menemui toko yang lain. Beruntung, pengunjungnya tidak terlalu ramai. Tak sampai 15 menit, foto kami selesai dicetak. Alhamdulillah, akhirnya tercetak juga. J tak mau membuang waktu, kami melanjutkan perjalanan selanjutnya. Ya, saatnya mencari bingkai yang cocok untuk foto itu. Setelah mengitari toserba, kami sepakat memilih bingkai foto berwarna coklat yang simple, tapi kelihatan berkelas. Hahaha. Betapa bahagianya kami mendapatkan apa yang kami inginkan. Terakhir, kami membungkus kado itu dengan rapi dan cantik dengan pita kecil disudut kanan atas.
***
                Kado sudah siap, lilin juga udah, dan tinggal menunggu balasan SMS dari Dini. Kami tak sabar menunggu hasil kue yang kami pesan. Tapi, apa yang diharapkan, tak sesuai kenyataan. Dini mengatakan bahwa kue itu rusak karena ketika diperjalanan, kue itu diletakkan dijok depan dekat kaki Fadli. Mungkin karena perjalanan yang agak banyak bebatuannya, kue itu jadi kurang seimbang letaknya. Mendengar kabar itu, aku dan Wulan sangat kecewa.
                Dini yang takut mengecewakan teman-teman yang lain, dengan memakai uangnya, dia mengganti kue itu dan memperbaiki kembali ke toko tadi. Tapi kue itu bisa diambil sabtu pagi. Untung jam pelajaran Mam adalah jam terakhir. Ketika jam istirahat, Fadli dan Fajri menyempatkan diri menjemput kue itu. Alhamdulillah kue itu datang sebelum jam pelajaran Mam berlangsung.
***
                Itu bunyi yang sangat kami tunggu-tunggu. Ya! Bel pergantian jam pelajaran telah dibunyikan. It’s time to party, guys! Aku dan Dini menyiapkan kue dan menghidupkan lilin dari balik kelas, tepatnya di kantin SMP. Sedangkan didalam kelas, anak-anak yang lainnya mulai beraksi. Rencana awal ternyata melenceng. Tak ada yang berani permisi keluar. Karena Mam sudah keduluan marah melihat absen Ikhsan yang tertulis “cabut” di kertas absen pada jam pelajaran kimia. Sementara Ikhsan dimarahi Mam, Fadli tiba-tiba berdiri dan berlagak mengompori Ikhsan agar Mam lebih emosi lagi. kebetulan, Ikhsan ini anak pindahan, jadi tentang kepindahannya itu dibawa-bawa dalam acting mereka.
                Suasana makin menegangkan, ketika Mam hanya terdiam dan berniat ingin melaporkan kepada Wakil Kesiswaan (Pak Warsil). Mam berjalan menuju pintu, dengan kilat, Ketty mencegah Mam, dan Chyndi pergi keluar untuk menyuruhku dan Dini masuk agar acara puncak dapat terlaksana. Untungnya Ketty dapat mencegah Mam. Mam kembali ke tempat duduknya dengan wajah yang tegang sambil memperhatikan pertengkaran Fadli dan Ikhsan. Tapi, pertengkaran itu segera berakhir dengan datangnya aku dan Dini ke dalam kelas dengan membawa kue yang dihiasi lilin warna-warni sambil menyanyikan lagu Happy Birthday. Mam yang medengar suaraku, langsung menghela napas dan menutup wajahnya karena dia merasa benar-benar takut kalau itu benar-benar terjadi.
                Dibalik tangannya, kami tau Mam menangis. Kami terus bernyanyi sampai Mam mau meniup lilinnya. Karena lilin itu juga sudah meleleh dan hampir menempel di kue. Aku terharu melihat Mam dan melihat betapa kompaknya EXIT hari itu. Mam mulai meniup lilinnya. Tiupan pertama, lilin tak juga padam. Kami tertawa dan menyuruh Mam melakukannya lagi. tiupan kedua, tetap saja lilin tak kunjung padam. Mam menyerah dan merasa dia tak sanggup untuk meniup kembali. Akhirnya aku membantu Mam meniup lilin itu, dan lagi, tentu saja lilinnya tidak mati. Untung Ima membawa aqua gelas yang berisi air. Lilinpun dimasukkan kedalam air itu agar segera padam.
                Acara tiup lilin selesai, dan selanjutnya adalah pemotongan kue. Mam memberikan kue potongan pertamanya kepada Ikhsan. Karena Mam merasa dia telah berhasil membuat Mam kesal dan emosi. Belum selesai kue dipotong, kami sudah berebutan mengambil kue itu. alhasil, siapa cepat, dia dapat. Hahaha.
                Oh iya, waktu itu kami kekurangan satu anggota. Wulan tak bisa datang ke sekolah, karena dia pergi liburan bersama kakaknya. Kami mengabadikan hari itu dengan video dari handphone dan camdig untuk diperlihatkan ke Wulan, karena dia ingin sekali melihat apa yang terjadi hari itu. saat pemberian kado, kami meminta Mam untuk langsung membuka kado tersebut. Dengan sangat hati-hati, Mam membukanya, dan jengjeeeeng Mam kembali tersenyum dan merasa terharu. Beliau memperhatikan satu per satu foto kami. Terlihat betapa senangnya beliau mendapat kado itu.
                Hari itu kami tutup dengan berkejar-kejaran, colek-colekan coklat, dan berfoto bersama. Tak peduli wajah penuh coklat, kami tetap berfoto. Benar-benar kenangan yang indah dan mengharukan. Mam sangat berterimakasih kepada kami karena sudah berhasil membuat Mam kesal dan tak menyangka akan begini. Mam tersenyum bahagia. Dan kamipun merasa lega. Kenangan itu tak akan kami lupakan. Kenangan terindah EXIT dihari ulangtahun Mam. Happy Birthday Mam, we love you! :’)