welcome to my blog (ʃƪ´▽`)


Create your own at MyNiceProfile.com



Assalamualaikum, Shobahul khoir, Zaochen hao, Ohayou, Good Morning! Guten Morgen! ^o^

Pertama dan utama sekali, tolong berikan aku applause atas keberhasilanku yang telah membuat blog ini. For your information nih, blog ini aku bikin bukan karena aku suka menulis. Blog ini aku bikin bukan karena suruhan-Nya. Blog ini aku bikin juga bukan karena hasutan setan-setan yang terkutuk. Tapi, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, blog ini aku bikin atas kesadaran dan tanpa dinyatakan keterbelakangan mental dan kelainan jiwa sekalipun.

Supaya Tomobloger ga kecewa nih, aku bakal ngasih beberapa akun pribadiku. Jangan cuma di baca aja yah, di add nih di Facebook : Amalia Sholiha (Amalia Badzlina Priwel), di follow juga nih di twitter : @amaliasholihaa, atau di add lagi nih di Path : Amalia Sholiha.

Nah, rasanya udah cukup nih beberapa akun sosmed aku, aku publikasikan. Kalau mau keterangan lebih lanjut, jangan hubungi dokter ya, add dan follow aja akun sosmed aku tadi.

Baiklah.. Dengan berat hati, jantung dan pankreasku, aku akhiri pembukaan ini dengan ucapan terimakasih, xie xie, thank you, tesekkur ederim, arigatougozaimasu, dan Assalamualaikum.. Semoga bermanfaat. Salam Cagur!

Minggu, 27 November 2011

jisaku (ʃƪ´▽`)



SEMUA ADA HIKMAHNYA
-16oktober2011-


cinta..
satu kata yang selalu jadi masalah
bila ia pergi, mereka seakan mati
bila ia disisi, inginkan semua selalu abadi


tapi,
tak selamanya yang senang itu akan bahagia
tak selamanya yang sedih itu akan menderita
semua berjalan sesuai rencanaNya


kebahagiaan, kesedihan datang tanpa bicara
dan pergi tanpa diketahui jejaknya
hanya orang bijak yang tak ingin putus asa
hanya orang lemah yang merasa itu akhir hidupnya


tak ada cobaan yang tak mungkin bisa diselesaikan
tak ada cobaan jika tak ada jalan keluarnya
pikirkan secara positif
dan yakinkan dihatimu bahwa
dibalik semua itu Tuhan punya rencana lain untukmu..








DIA ITU SAHABAT
-16oktober2011-


dia..
yang kuharapkan selalu untukku
disaat sedih maupun senang
selalu berbagi suka maupun duka


tak ingin egois
tak ingin menghancurkan
lebih baik diam
agar semua tak berantakan


tapi sekarang terasa ada yang beda
terasa ada sesuatu yang hilang
dan itu sesuatu yang berarti
akupun kehilangan


ingin mengadu
dan ada yang menanggapi
ingin menangis
dan ada yang menghibur


sayangnya itu hanya hayalan
hayalan seseorang yang malang
yang tak ada tempat mengadu saat duka
dan yang tak ada tempat berbagi saat bahagia


takut..
takut tak percaya lagi
takut tersakiti lagi
terdiam membisu
hanya karena dia..

Sabtu, 26 November 2011

* CERITA PENDEK *



I Love myEXIT ! :*

“teeeet.. teeet.. teeet..”. bel pertanda masuk kelaspun telah dibunyikan. Hari ini hari pertamaku duduk dikelas XI. Ya, aku akan menjalani lembaran baru dengan segudang pelajaran yang berhubungan dengan alam. Oke, bisa ditebak, aku masuk jurusan IPA, yang kata orang, IPA itu adalah jurusan yang bagus. Menurutku semua jurusan itu sama. Sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Aku kurang setuju jika ada orang yang selalu bilang, “ciee, anak IPA tuh.. anak IPA mana mau temenan sama anak IPS ?”. aduuh.. kalimat yang tak enak didengar. Yang merasa anak IPA, pasti tersinggung dengan kalimat seperti itu.
                Hmm, oke, kita nggak usah bahas itu lagi. Sekarang semua murid disuruh berkumpul didepan ruang guru. Wakil kesiswaan akan mengumumkan dikelas mana kami akan ditempatkan. pada saat itu kelas IPA dibuka 2 kelas dan tahun pertama kelas Bahasa dibuka juga. Dengar-dengar, baru ditahun ini kelas IPA yang dibuka 2 kelas. Pada saat kelas XI IPA 1 diumumkan, namaku tak terdengar disebut. Berarti aku masuk ke kelas IPA 2. Aku mendengar siapa-siapa saja yang sekelas denganku, mana tau aku mengenal mereka. Ya, ternyata aku kembali sekelas dengan Kenny, Dian, Citra dan Reza. Mereka dulu sekelas denganku dikelas X. dan bukan hanya dia, tetanggaku yang bernama Fajri dan Ilham juga sekelas denganku. Aku merasa lega karena banyak yang aku kenali dikelas itu.
                Setelah pembagian kelas selesai, aku bergegas menuju kelas baruku. Aku ingin mendapat tempat duduk yang strategis dan pastinya nggak dibelakang lagi seperti kelas X dulu. Alhamdulillah, kelas masih sepi dan aku duduk dibangku nomor dua dekat jendela. Lagi-lagi aku duduk dengan Kenny. Karena aku tak banyak mengenal murid dikelas baruku itu.
                Pelajaran pertama dimulai. Guru yang masuk adalah guru Bahasa Indonesia. Kami disuruh buat sebuah cerita pendek tentang pengalaman masing-masing. Aku bingung harus menceritakan tentang apa, karena aku lagi nggak dapat inspirasi. Aku merasa otakku error karena melihat teman-teman baruku. Hahaha. Sebenarnya tak begitu, hanya aku saja yang sedang tidak ingin menulis. Tapi ini tugas pertama, aku harus membuatnya walau Cuma apa yang teringat aja. Hehe.
                Seiring dengan berjalannya waktu, keadaanpun berubah. Dikelas XI ini, aku tidak berpindah-pindah duduk dengan sesuka hati. Hanya saja wali kelasku sendiri yang memindahkan tempat dudukku. Ya, aku pisah duduk dengan Kenny. Sebenarnya sedih, tapi aku merasa lega, karena aku didudukkan dengan Aina, seseorang yang sudah tidak asing lagi untukku. Karena dia teman SMP-ku, dan aku juga pernah sebangku dengannya waktu dikelas VIII dulu.
                Hanya mengobrol dengan Aina, membuatku merasa belum puas. Aku ingin berteman dengan semua teman-temanku dikelas itu. Dengan bermodalkan jurus basa basi dengan Fajar dan Fadil, aku memanfaatkan cara itu untuk mendekatkan diri dengan mereka. Fajar itu adalah tetanggaku. Awalnya aku mendekati dia dulu. Tapi karena aku juga udah dekat dengan Fadil, pendekatanku dengan anak-anak yang duduk dibagian belakang sudah bisa dibilang berjalan mulus, walau rata-rata dari mereka adalah anak-anak cowok.
                Aku melihat orang-orang yang ada disekelilingku. Ternyata ada Reza dan Citra yang duduk didepanku. Karena dikelasku yang sekarang ini agak sempit, mejaku dan meja teman disebelahku digabungkan. Karena itu juga, aku, Dean dan Silviia bisa berteman. Mereka itu pintar dan baik denganku. Anaknya lucu, walau agak centil kelihatannya, tapi di baik kok. Hehe. Tapi mataku terfokus pada dua orang cewek, yang menurutku sangat aneh. Karena kerjaan mereka suka permisi keluar setiap jam. Aku tak mengerti tujuan mereka apa untuk permisi. Tapi aku pastikan, mereka itu ga betah didalam. Karena sepertinya tak ada teman yang mereka kenal.
                Aku tak begitu ingat kenapa aku bisa dekat dengan mereka. Mereka itu bernama Wina dan Chesa. Aku jadi sering ngobrol dengan mereka. Apalagi dengan wina. Semenjak aku pindah duduk dengannya, kami semakin akrab. Ternyata mereka tak seperti yang ku bayangkan. Mereka anak yang asyik dan heboh banget. Kehebohan kami membuat aku semakin mudah berinteraksi dengan yang lainnya. Teman yang ku kenal dikelas makin bertambah. Misalnya Hary dan Nino. Sebelumnya mereka juga sudah aku kenal. Tapi dikelas XI ini kami semakin akrab.
                Hari-hariku semakin berwarna karena kehadiran mereka. Aku merasa menemukan sesuatu yang baru, yang aku sendiri merasa nyaman dengan itu. Sampai pada suatu hari, kami merencanakan untuk pergi refreshing. Kebetulan, hary dan Nino punya kendaraan. Awalnya Cuma aku, Wina, Chesa, Dina (pacarnya Hary), Egi dan Reza saja yang diajak. Tapi akhirnya Dian, Tio dan Tilapun diajak. Rame sekali. Tapi itu yang membuat kebersamaan kami terjalin. Aku merasa hari itu sangat menyenangkan. Makan bareng-bareng, foto-foto, becanda dan ketawa bareng-bareng, itu adalah hal yang tak akan aku lupakan.
                Besoknya disekolah, kami membahas tentang perjalanan kemarin. Walau hujan, tapi kami tetap semangat. Aku bertanya kepada yang lainnya, “kapan kita akan mengulan hari seperti kemarin lagi ? sangat menyenangkan untukku”. “ya, memang menyenangkan, tapi lain waktu kita cari hari yang pas lagi, biar lebih asyik”, jawab Hary.
                Bulan demi bulan silih berganti. Sudah banyak kenangan indah yang kami ukir. Ada suka, ada duka. Sampai pada akhirnya kami harus menghadapi ujian kenaikan kelas. Tak terasa sudah hampir setahun kebersamaan kami. Waktu memang berjalan begitu cepat. Ketika libur semester, kami berencana akan pergi merayakan ulangtahunku, Wina dan Nino. Karena kebetulan bulan lahir kami sama. Tapi rencana hanya tinggal rencana saja. Apa yang telah direncanakan, batal dengan sendirinya. Itupun karena aku. Aku tak dapat izin untuk pergi keluar kota bersama mereka. Dari dulu, untuk mendapatkan izin keluar kota bersama teman-temanku tak pernah kudapat. Alasannya simple saja, orangtuaku nggak mau nanti terjadi apa-apa pada kami. Ya, aku memaklumi, walau dengan itu semua rencana gagal.
                Tepat pada hari ulang tahunku, tak ada yang special. Tak ada kue, kado ataupun pergi untuk merayakannya. Memang, hal seperti itu tak harus ada disetiap ulang tahun. Tapi ntah lah, aku merasa sedih pada saat itu. Ketika Wina ulang tahun, kami menghadiahinya beberapa buah telur. Biasalah, kerjaan anak-anak sekolah, setiap yang ulangtahun pasti dapat jatah. Untungnya aku tak diberi, karena ketika ulang tahunku, kami tidak sekolah.
                Tak terasa, liburan hampir saja usai. Yang menjadi harapan kami ketika hari pertama sekolah adalah kelas kami tidak dipisah. Karena kami merasa sudah menjadi satu keluarga dikelas IPA 2 ini. Yang kelas itu sendiri, kami beri nama EXIT, yang berarti “thE XII sains Two”. Nama yang simple, tapi mudah diingat. Haha.
Dengan merasa harap-harap cemas, kamipun mendengarkan pengumuman dari wakil kesiswaan. Sorakan gembira murid kelas XII menandakan bahwa kelas kami tidak dipisah. Bersyukur banget atas apa yang telah diberikan.
                “yeeey, kita nggak jadi pisah !”, teriakku.
                “iya dong, kita kan udah kayak satu keluarga, masa dipisah lagi sih, kan ga asyik juga mulai dari awal lagi”, ujar Chesa
                “iya, untung pihak sekolah mengerti maksud kita”, Wina menambahkan.
                Sekarang, kami sudah duduk dikelas XII. Berharap semua murid dikelas XII IPA 2 lulus seratus persen (amin), karena itulah harapan kami. Masuk bareng-bareng, keluarnya juga harus bareng-bareng. Semoga juga persahabatanku akan terhalin selamanya, walau nanti jarak akan memisahkan kami, aku berdoa kepada Tuhan, supaya hati kami tetap disatukan. AMIN J